Senin, 22 April 2013

ILANA TAN: SEASONS TO REMEMBER REVIEW

Udah lama banget gue gak nge post di blog ini, mungkin sekitar dua tahun lebih ya (?). Berhubung Ujian Nasional yang kontroversial udah selesai dan gue gak punya kerjaan, jadilah gue memutuskan untuk posting lagi, kali ini tentang buku yang gue beli beberapa hari yang lalu.

Jadi waktu itu gue beli dua buah buku, Seasons to Remember-nya Ilana Tan dan The Choice karangan Nicholas Sparks. Dan sekarang gue mau ngereview Seasons to Remember.

Awalnya gue sempet galau untuk membeli buku ini atau enggak, karena katanya sih isinya cuma kutipan-kutipan dari empat novel Ilana Tan sebelumnya (Summer in Seoul, Autumn in Paris, Winter in Tokyo, Spring in London). Di toko buku yang gue datengin gak ada sampel yang udah kebuka jadi gak bisa ngintip hehe. So I decided to buy the book....which I regret five minutes later.

Dan review-review yang gue baca di internet bener, ternyata setiap halamannya cuma berisi datu kutipan dari empat novel tersebut (agak mubazir ya...).

Halaman pertama diisi dengan pembukaan dan ucapan terimakasih dari Ilana Tan (plus tanda tangannya :D) lalu di halaman selanjutnya ada ilustrasi dari novel pertama, Summer in Seoul (kayaknya ilustrasi rumah Jung Il-Woo). Gue suka gambarnya karena seengaknya gue jadi dapet gambaran dari pengarangnya. Sayangnya cuma ada satu ilustrasi untuk satu novel, padahal gue berharap ada banyak ilustrasi disitu. 

Yah, sebenernya agak kecewa juga sih begitu buka buku itu, tapi begitu baca salah satu kutipan dari Autumn in Paris, rasanya langsung nyeeeees menusuk hingga ke tulang. Gara-gara baca satu kutipan itu, akhirnya gue baca kutipan-kutipannya dari halaman pertama deh. Untungnya gue cukup menikmati kalimat-kalimat menyentuh itu (walaupun fontnya kurang menarik menurut gue).





Kesimpulannya, buku ini wajib dibeli buat penggemar-penggemar Ilana Tan yang suka menyiksa diri dengan kalimat-kalimat menyentuhnya (seperti gue). Dengan harga Rp. 50.000 kita bisa mengingat kembali kisah indah dari empat novel ini :D

By the way, ini dia kutipan paling menyesakkan (sekaligus paling manis) dari Seasons to Remember:

"Selama dia bahagia, aku juga akan bahagia. Sesederhana itu."-Tatsuya Fujisawa tentang Tara Dupont


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar